"Kau tak usah ragu Prabangkara, semua telah aku atur. Sebelum berbuat, aku diam-diam juga selalu memanjatkan do'a," rayu Putri Dwarawati, permaisuri kesayangan baginda raja, meneguhkan hati anak tirinya.
Jaka Prabangkara telah meminum racun yang manis. Apa boleh buat. Gelora nafsu (nafsu itukah cinta, cinta itukah nafsu?) bergulung-gulung tanpa mampu dia bendung setiap kali ia mengingat wanita ini...

No comments:
Post a Comment